Pilihan

Written on 07/27/2022
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Suatu kali Tuhan mengajar soal penabur yang menabur benih di empat jenis tanah yang berbeda.

Pertama, benih ditabur di pinggir jalan. Gak bisa tumbuh, malah dimakan sama burung. Kedua, di tanah berbatu, segera tumbuh tapi habis itu mati karena gak berakar. Ketiga, di tengah semak duri, ia tumbuh tapi akhirnya mati karena terhimpit semak. Terakhir, di tanah subur, makin kuat berakar dan berbuah banyak.

Benih adalah Firman, jenis tanah adalah sikap hati. Yang dipinggir jalan, gak siap terima Firman, sehingga Firman dicuri oleh si Jahat. Hati seperti tanah berbatu, memang mau terima Firman. Segera tumbuh, tapi gak dihayati betul-betul. Lalu, mati karena tidak “berakar” di dalamNya.

Hati dipenuhi semak duri adalah mereka yang senang terima Firman. Tapi saat ketemu kesesakan dan pencobaan dari dunia, jadi kecewa dan akhirnya menolakNya. Sementara, hati seperti tanah yang baik, gak hanya menerima Firman tapi juga merenungkan dan melakukan itu dalam hidupnya. Sehingga, mereka berbuah lebat di dalamNya.

Mereka yang berhati subur bukan berarti gak hadapi cobaan, permasalahan dunia atau cobaan dari si Jahat. Tapi mereka memilih “memupuk” Firman dengan melekat erat padaNya.

MS