Bahaya Fintech terutama bagi Konsumen tak cakap digital

Written on 12/11/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Financial technology (fintech) atau kegiatan keuangan dengan basis teknologi bukan hal asing hari-hari ini.

Banyak transaksi dilakukan secara cashless (tanpa uang secara fisik) dan juga berbagai kemudahan finansial lainnya.

Meski begitu tetap ada kendalanya. Misalnya, risiko data privasi, hilang uang karena penipuan, atau kesulitan memakai bagi yang tidak melek teknologi.

Selama periode 2018 hingga pertengahan 2021, Satgas Waspada Investasi sudah menutup sebanyak 3,365 pinjaman online (pinjol) ilegal di Indonesia.

Sebab, kemudahan fintech belum dibarengi dengan pengaturan dan pengawasan yang baik.

Menanggapi hal ini, pada November 2021 lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membuat regulasi baru terkait pinjol. Salah satunya dengan membuat lembaga pengawas Pinjol.

Enam poin yang akan diperbaharui adalah kelembagaan, tata kelola & manajemen risiko, kualitas pendanaan, efektifitas pengawasan, kontribusi industri & ekosistem, dan peningkatan transparansi kepada pengguna jasa.

Tapi sejauh ini pihak OJK belum bisa memastikan kapan aturan ini selesai dan menggantikan yang sedang berjalan saat ini POJK 77/2016.

MS

 

Sumber: CNN Indonesia

Foto: Canva.com