Keluarga Berencana

Written on 10/21/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Hari-hari ini banyak yang takut untuk terbuka atau bicara detail soal situasi setelah nikah dengan pasangannya, karena takut dianggap “terlalu ribet”.

Belum lagi, kalo pasangannya jawab dengan: “Yaudalah, gampang itu dipikir nanti. Kalo udah nikah pasti akan nemu kok jalannya. Jangan dibikin ruwet. Kalo kamu gini terus, aku bisa mikir dua kali lho, untuk nikah sama kamu”

Ada satu pepatah yang bilang: “Orang yang gagal merencanakan adalah orang yang sedang merencanakan kegagalannya”

Simpelnya gini. Kita udah bikin rencana serapi mungkin aja, masih ada hal-hal tidak terduga yang terjadi.

Apalagi yang gak pake perencanaan sama sekali. Kalo pun dia selamat, kemungkinan dia selamat tapi dengan keadaan seperti orang yang habis kesambar tsunami. “Setengah mati”.

Jangan biarkan nasib pernikahan kita jadi pernikahan “setengah mati”.

Gak ada pernikahan yang mulus-mulus saja. Tapi keluarga yang direncanakan dengan matang, akan lebih kuat pondasinya saat diterpa badai masalah.

MS