Memori Otak VS Memori Otot

Written on 03/31/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Tahukah kamu soal brain memory (memori otak) dan muscle memory (memori otot)?

Sekolah di Indonesia mayoritas lebih mengedepankan memori otak ketimbang memori otot.

Contohnya adalah guru yang lebih banyak bicara sementara murid pasif dan kurangnya kegiatan secara motorik/ praktek langsung.

Ini yang bikin orang-orang kita pintar berteori tapi prakteknya gak semantap teorinya.

Padahal dalam hidup, terutama di dunia kerja, teori tanpa praktek itu sia-sia. Karena kalo mau kerja benar, ya mesti bisa ngejalanin tugas-tugas nyata di lapangan yang seringkali gak kita dapatkan di kelas/ perkuliahan.

Maka beberapa sekolah/ perkuliahan yang “peka” dengan hal ini, menerapkan sistem dimana siswa aktif bertanya, mencari tahu, serta kritis dan juga mengutamakan praktek lapangan dalam kurikulum mereka.

Sama halnya dengan hidup kerohanian kita. Jika kita hanya mengandalkan Pendeta, Pemuka Agama, atau Orang-orang yang dianggap “fasih Alkitab” buat bantu kita hidup bener, itu gak akan cukup.

Karena tiap orang menjalani hidupnya sendiri-sendiri. Praktek Firman dan perubahan diri di hadapan Tuhan juga mesti dilakuin sendiri.

Maka penting bagi kita untuk gak hanya melatih memori otak kita dengan belajar Firman secara pribadi, tapi juga melatih memori otot kita dengan praktek ajaranNya dalam hidup kita setiap hari.

Sampai gaya hidupNya yang dulu kita hanya tau sebatas Firman saja, bisa menjadi gaya hidup kita sendiri setiap hari.

MS