Gesekan

Written on 02/05/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Kitab Amsal banyak berisi nasehat tentang hidup. Entah itu tentang hubungan kita dengan Tuhan maupun dengan sesama.

Salah satunya adalah Firman yang berkata: Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Kita pasti pernah lihat pisau tumpul. Jika pisau tumpul, maka perlu ditajamkan supaya bisa dipakai dengan baik lagi.

Cara menajamkan pisau adalah dengan digesekkan ke benda atau permukaan yang keras dan kasar, seperti batu asah.

Bagi yang pernah mengasah pisau, pasti ngerti betapa nyerinya suara yang dihasilkan saat gesekan antara mata pisau dan batu itu terjadi.

Nah, “gesekan” antar manusia diibaratkan seperti itu. Mengapa gesekan bisa terjadi? Karena ada perbedaan.

Mau anak kembar sekalipun, pasti ada pemikiran, pendapat, prinsip dan hal-hal berbeda yang bisa bikin konflik.

Konflik gak ada yang manis. Konflik biasanya pahit, sulit dan menimbulkan nyeri.

Tapi, “gesekan” bisa jadi berkah kalo direspon dengan bijak.

Kalo kita belajar menahan diri, sabar, mencoba melihat dari sisi orang lain, belajar menerima kekurangan orang atau mengalah untuk kebaikan bersama, maka “gesekan” bisa menjadi sarana kita berbenah diri.

Gesekan gak mungkin dihindari. Tapi respon yang kita beri, menentukan hasil yang kita dapat.

MS