Aksi Reaksi

Written on 12/16/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Penulis buku “The 7 Habits of Highly Effective People” (7 Kebiasaan dari Orang-orang yang Sangat Efektif) menyebutkan soal prinsip 90/10 terkait hidup kita.

Katanya 10% hal-hal dipengaruhi oleh faktor dari luar, yaitu faktor yang gak bisa kita kendalikan. Entah itu lingkungan, sikap orang lain, keadaan alam, situasi gak terduga, dan sebagainya.

Sementara 90% sisanya dipengaruhi oleh gimana cara kita bereaksi terhadap hal-hal tersebut.

Misalnya, pagi ini kita sudah siap-siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa, kita udah rapi dan tinggal pesen ojek online (ojol) ke kantor.

Eh, entah kenapa hari ini sulit banget dapat ojol. Ada yang jauh, cancel terus, ada juga yang sulit dihubungi.

Alhasil, yang biasanya cuma butuh waktu 5 menit buat pesen ojol, ini sampai setengah jam. Saking kesalnya, pas kang ojol datang kitanya marah-marah sama dia.

Udah telat, mood jelek, teman dikantor kena jutek, klien kesal karena kitanya galak, makan siang juga gak enak dan seterusnya.

Tapi, misalnya kita coba untuk kelola hati, gak langsung marah-marah, dan coba dengerin penjelasan kang ojol.

Mungkin kita bisa tahu kalo ternyata alasan sekarang sulit dapat ojol karena mereka (para driver) sudah gak dapat insentif per trip (perjalanan).

Jadi, pada gak mau ambil perjalanan pendek dan milih perjalanan yang jauh-jauh aja. Makanya, trip kita yang dekat ini dianggurin.

Dan karena dapat info ini, kita bisa mutusin mulai besok mesti bangun lebih pagi buat pesen ojol atau jalan kaki aja ke kantor karena lumayan dekat.

Nah, tentu dalam prakteknya sulit banget buat nahan emosi yang tiba-tiba datang. Tapi, kalo kita mau belajar, terasa banget kan beda hasilnya?

Intinya, kita gak bisa mengendalikan hal-hal di luar kita. Tapi, kita bisa banget ngatur hati sendiri supaya bisa kasih reaksi terbaik.

MS