Fenomena La Nina

Written on 10/24/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Hari-hari ini hujan makin sering turun.

Bagi sebagian orang, ini artinya musim hujan mulai datang lagi. Tapi, tahukah kamu kalo ini salah satu dampak dari Fenomena La Nina?

Fenomena La Nina adalah penyimpangan kondisi suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih ringan dari kondisi normalnya.

Jadi gampangnya suhunya lebih dingin dibanding normalnya.

Ini bikin sirkulasi atmosfer di atasnya berubah, sehingga angin pasat Timuran jadi lebih kuat dari normalnya.

Kondisi La Nina bisa terjadi beberapa bulan sampai 2 tahun. Dan peristiwa antar-tahunan ini bisa berulang antara 2 sampai 8 jeda tahunan.

Dampaknya, curah hujan makin tinggi di daerah Pasifik barat Indonesia, sebagian Asia Tenggara lainnya, bagian utara Australia, Brasil bagian utara, dan sebagian pantai barat Amerika Serikat.

Pergerakan tanah dan curah hujan yang tinggi bisa menyebabkan kemungkinan terjadi longsor dan banjir.

BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menghimbau bahwa untuk menghadapi Puncak Musim Hujan di bulan Januari dan Februari 2021, perlu diwaspadai daerah yang rawan genangan, longsor, banjir dan banjir bandang.

Bagi kita pribadi, jaga diri di manapun kita berada.

Tidak perlu takut tapi tetap waspada.

Tuhan beserta, ya.

MS

Sumber & Foto: Okezone.com