Limited Patience

Written on 10/19/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Suatu kali, seorang teman cerita: “Aku nih orang berdosa. Hidupku gak bener. Aku sering nyakitin Tuhan. Tuhan masih mau gak ngampuni aku?”

Dengar ini aku jadi teringat soal contoh kasus di Perjanjian Lama.

Seberapa sering bangsa Israel berubah setia dari Tuhan. Dan seberapa sering Tuhan murka dan menghukum mereka.

Tapi, saat mereka merendahkan diri, mencari Tuhan, minta ampun, dan berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat, tidakkah Tuhan masih mau menerima mereka kembali?

Dan kejadian ini gak cuma sekali dua kali aja. Tapi berulang kali sampai rasanya kita heran sama kebebalan mereka.

Tapi, bukankah kita pun masih bisa begitu?

OK, mungkin kita gak sengaja bikin jahat. Tapi, seberapa pun kita jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita, tetap kita ini manusia yang masih bisa jatuh juga.

Tuhan paham hal ini, maka Ia masih berikan kita kesempatan untuk bertobat dan berjuang untuk taat lagi.

Ia panjang sabar, tapi gak kekal sabar. Artinya, ada suatu masa di mana kita udah gak ada lagi kesempatan buat berubah.

Ya, saat kita menutup mata di dunia ini dan menghadap penghakimanNya.

Yuk, gak sia-siain kesabaranNya hari ini dan terus benerin diri tiap hari.

MS