Perpanjangan KasihNya

Written on 09/21/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Masih tentang surat Yohanes yang pertama, yang kita bahas kemarin.

Kemarin kita diingatkan kalo kita hendaknya memiliki dan mempraktekkan kasih kepada sesama, sebab Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi kita.

Selanjutnya dijelaskan, kalo tidak seorang pun pernah melihat Tuhan.

Tapi kalo kita saling mengasihi dengan perhatian yang tulus dan gak pamrih, maka Tuhan tinggal di dalam kita dan kasihnya disempurnakan lewat sikap hidup kita.

Kata tinggal ini biasanya dipakai kalo kita menempati suatu tempat untuk suatu periode waktu.

Misalnya, kalo kita cuma berkunjung ke rumah saudara, kita gak bisa dibilang tinggal di rumahnya. Tapi jika kita pindah dan akhirnya menginap untuk satu waktu tertentu di sana, barulah kita dibilang “tinggal” di rumah saudara itu.

Sama halnya dengan Tuhan dalam hidup kita. Saat kita taat padaNya dan melakukan perintahNya, maka Ia “tinggal” di dalam kita.

“Tinggal” di sini, bukan berarti ragaNya yang bersemayam di dalam kita, tapi kasihNya yang berada di dalam kita.

Sehingga, saat kita mengasihi satu dengan yang lain, kita bisa melihat kasih Tuhan di wajah saudara-saudara kita.

Dan seharusnya, kita jadi perpanjangan tangan dan kasihNya bagi mereka yang memerlukan juga.

Gimana denganmu, apakah sudah mulai praktek kasih dalam hidup sehari-hari?

MS