Kristen sebatas KTP

Kristen sebatas KTP

Written on 07/24/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Kemarin ngobrolin kalo kita menderita sebagai orang Kristen, kita jangan malu. Karena kalo kita menderita karena Dia, kita akan dimuliakan bersamaNya.

Nah, sebelumnya kita mesti ngerti dulu. Apa sih yang dimaksud dengan menderita sebagai “orang Kristen”?

Sering orang merasa cukup dengan beragama Kristen. Pikirnya, selama di KTP agamanya Kristen, maka otomatis jadi “orang Kristen”.

Padahal, jemaat mula-mula disebut orang Kristen bukan karena “beragama” Kristen.

Malah dulu itu bukan agama, tapi julukan sebenarnya. Mereka dipanggil “Kristen” karena dikenal sebagai “pengikut ajaran Kristus”.

Dan gimana seseorang bisa dikenal sebagai pengikut Kristus, karena cara hidupnya tiap hari mirip sama Kristus.

Terus jaman dulu, jadi pengikut Kristus gak enak, Kawan. Disiksa, dikucilkan, dirampas hak-hak kemanusiaannya, ya pokoknya, gak ada enak-enaknya deh.

Nah, hari-hari ini gimana dengan hidup kita? Kristen emang sudah jadi agama, tapi mestinya gak sampai situ doang.

Kita sebagai penganutnya, juga mesti praktek ajaranNya dalam hidup sehari-hari kita. Lewat pikiran, perkataan, perbuatan, semua mesti mencerminkan ajaran Kristus.

Dengan gitu, kalo pun kita menderita, kita tahu pasti dan dengan nyata terbukti bahwa itu bukan karena kecerobohan dan kebodohan kita karena melanggar perintahNya.

Tapi, pengalaman untuk membentuk sifat dan karakter kita jadi serupa dengan karakterNya yang mulia.

Gimana nih dengan “Kristenmu”, apakah sebatas KTP atau terbukti lewat sikap hidup tiap hari?

MS