Kalo Sendiri ...

Written on 07/05/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Suatu kali ikut e-komsel. Materi yang dibawakan tentang gimana memaksimalkan potensi diri untuk pengabdian ke Tuhan.

Sederhana sekali materinya. Tapi prakteknya gak semudah itu.

Selain mesti mengenal diri dan menggali minat bakat serta mengembangkannya, juga mesti mikirin gimana supaya kegiatan-kegiatan itu bisa bermanfaat buat diri sendiri, orang sekitar dan terlebih buat kepentingan Tuhan.

Teori yang dibagi pun tidak baru, bisa di browsing di Google. Tapi, lagi-lagi prakteknya gak semudah bahasannya.

Sampai pas waktu diskusi, ada teman yang berbagi pengalamannya terkait ini. Gimana dia dituntun Tuhan, sampai akhirnya berada di posisi dia sekarang.

Anak rantau, sempat ditentang orang tuanya karena gak setuju dengan keputusannya, dan hal-hal sulit lainnya.

Tapi, seakan ada “kekuatan tidak terlihat” yang menuntunnya, dia akhirnya dipertemukan dengan mentornya yang sekarang.

Di sini kami diingatkan, sangat penting bagi kita manusia untuk terus berusaha dan memaksimalkan diri.

Tapi perenungan yang khidmat dan perendahan diri di kakiNya setiap hari gak boleh kita lewatkan.

Karena, siapakah kita ini jadi biji mataNya? Tanpa Dia, kita ini debu tanah yang fana.

Selamat beraktivitas, selalu libatkan Tuhan dalam setiap keputusan dan jalan hidup kita.

MS