5 Salah Kaprah Soal Vitamin

Written on 08/01/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Di masa pandemi ini banyak orang konsumsi vitamin atau suplemen dengan tujuan memperkuat daya tahan tubuh.

Gak salah juga sih, asal gak berlebih. Cuma, perlu diketahui beberapa hal berikut sebelum mengonsumsi vitamin:

1. Label "alami" belum tentu alami Semua produk yang dikemas meski berlabel alami/ herbal, belum tentu bebas 100% dari zat kimia.

Bahkan ada juga ya mengandung bahan aktif yang dapat mengganggu obat lain. Sehingga, cek dengan benar kandungan serta cara pakainya.

2. Vitamin pengganti makanan Jika seseorang makan dengan seimbang, maka tidak perlu mengonsumsi suplemen. Karena vitamin ada dalam makanan sehari-hari.

Dan juga, vitamin/ suplemen sifatnya "adjuvan" atau hanya sebagai imbuhan untuk pemulihan serta jumlahnya disesuaikan kebutuhan pasien.

3. Vitamin C mencegah flu

Mitos ini belum terbukti secara ilmiah. Sejumlah ilmuwan yang melakukan peneliatan awal hanya menemukan bahwa suplemen vit C tidak mencegah flu, tapi mengurangi tingkat keparahan gejala dan durasi pilek.

4. Lebih banyak lebih baik

Padahal yang berlebih itu tidak baik. Bahkan penggunaan vitamin tertentu dalam jumlah besar bisa menghambat fungsi tubuh. Maka, konsumsi suplemen vitamin sesuai anjuran.

5. Vitamin B menambah energi

Vitamin B adalah bagian dari proses kimia kompleks yang digunakan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Jadi, vit B tidak menambahkan energi. Hanya kalori yang bisa melakukannya.

Demikian mitos-mitos mengenai vitamin yang perlu diwaspadai.

Konsumsi vitamin dan suplemen sesuai anjuran. Utamakan konsumsi makanan seimbang untuk penuhi kebutuhan asupan gizi tubuh.

MS