Eksklusif?

Written on 06/30/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Suatu kali dengar seseorang berkata: “Jadi orang Kristen jangan terlalu “eksklusif” lah. Firman aja bilang, bahwa Bapa menerbitkan matahari bagi orang baik dan jahat. Kenapa kalian bersikap seperti orang yang paling benar?”

Sebelumnya, eksklusif secara gampang berarti “terpisah dari yang lain”.

Dalam konteks si orang yang komen tadi (sebut saja A), mungkin maksudnya, “tidak mau bergaul, gabung dengan yang lain, atau punya konsep yang terlalu radikal dan berbeda dari yang lain”.

Mungkin, saat kita belum benar-benar memahami arti dari menjadi pengikut/ murid Tuhan, kita setuju dengan perkataan si A.

Lalu kita mikir: Ngapain sih kudus-kudus amat? Minum, nyebat dikit bolehlah. Bohong-bohong kecil, cincailah. Jangan jadi orang kuper (kurang pergaulan). Kalo terlalu kaku, gak akan pernah sukses.

Tapi, kalo kita belajar Firman, kita akan paham bahwa muridNya memang dipanggil untuk “dipisahkan dari dunia”.

Bukan berarti tidak hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Bukan.

Tapi meskipun masih hidup di dunia ini, masih sekolah, kerja, bergaul dan nongkrong, tapi prinsip dan gaya hidup kita adalah gaya hidup Tuhan.

Kita tidak kompromi dengan yang tidak benar. Kita pegang teguh prinsipNya dan betul-betul jalankan itu dalam hidup kita.

Jadi, apakah kita eksklusif? Secara prinsip dan gaya hidup, iya. Dan memang harus demikian supaya kita bisa tetap menyenangkanNya.

MS