Malang yang Untung

Written on 06/15/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Baca renungan kemarin, mungkin ada yang bergumam: “Tapi, gimana aku bisa punya panutan? Keluargaku gak ngajarin itu semua. Bahkan mereka sering bikin aku kecewa”

Betul, gak ada keluarga yang sempurna. Bahkan keluarga yang kelihatannya lurus-lurus saja, tetap setiap anggota keluarganya adalah manusia biasa yang punya kekurangan juga.

Pada akhirnya, orang tua, kakak adik, opa oma dan sanak saudara kita itu juga manusia biasa, yang gak bisa kita gantungkan harap sepenuhnya.

Puji Tuhan kalo kita diijinkan lahir di keluarga yang suportif (selalu dukung dan membangun kita).

Tapi kalo pun tidak, jangan anggap itu sebagai kemalangan. Anggaplah itu sebagai keuntungan.

Sebab artinya, kesempatan kita untuk belajar dan praktek Firman jadi lebih banyak.

Kita bisa tahu apa itu artinya berjuang, tetap percaya, pantang menyerah, belajar sabar, mengasihi dan mengampuni bahkan dengan resiko kita akan sering dikhianati.

Mental mereka yang hidup di lingkungan tidak ideal, semestinya lebih kuat, jika mereka memilih untuk menjadi pribadi yang baik dan berprestasi.

Jadi, tetap usahakan untuk menjadi versi terbaikmu di hadapan Tuhan.

Keluarga, lingkungan dan sebagainya, itu hanyalah “fasilitas” yang diijinkan kita punya untuk menggarap karakter supaya makin baik di hadapan Tuhan.

Semangat ya.

MS