Menghakimi Diri

Written on 04/29/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Seringkali karena saking seringnya kita nyakitin Tuhan, kita merasa kita adalah orang paling berdosa dan sudah gak ada pengampunan yang tersedia bagi kita.

Padahal menurutku, selama kita masih diberi nafas hari ini, artinya masih ada kesempatan kita untuk berbenah diri.

Selama masih ada waktu dan hati nurani kita untuk berbalik dari jalan kita yang jahat, artinya masih tersedia karya pengampunanNya bagi kita.

Bagiku, mereka yang sudah tidak bisa diampuni adalah mereka yang sudah “tidak mau lagi diampuni”.

Artinya mereka sudah menyerah dengan diri mereka sendiri dan menyerahkan hati, pikiran, dan tubuhnya kepada kesia-siaan, padahal dirinya masih diberi hidup yang cukup untuk benerin diri.

Sangat ironis. Karena waktu berharga yang diberikan Tuhan, bukannya dipakai untuk memaksimalkan potensi diri dan berbenah diri, malah dipakai untuk “memvonis diri tak terampuni”.

Tentu adalah keji dan tidak tahu diri, kalo kita terus-terusan “menyepelekan” kasih karuniaNya dengan tidak segera naik kelas dalam sekolah pembentukan karakter kita di dunia ini.

Tapi, jangan hakimi diri secara berlebihan, hingga melebihi Tuhan sendiri.

Kenali Dia dan pahami mauNya. Supaya kita gak salah paham dan bisa terus melayaniNya dengan maksimal lewat hidup kita yang makin nyenengin Dia.

MS