Mana Sempat, Keburu Telat

Written on 04/22/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Suatu kali dalam Mazmur-nya Daud berkata: Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan dan diam di tempat kudusNya? Hanya orang yang bersih tangannya, suci hatinya dan yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan dan sumpah palsu.

Terlihat bersih dan suci di hadapan orang lain lebih mudah dilakukan ketimbang berlaku bersih di hadapan Tuhan.

Orang hanya melihat apa yang nampak dan kelihatan. Tapi Tuhan menilik hingga ke kedalaman hati kita.

Sehingga, untuk betul-betul hidup benar di hadapan Tuhan itu perkara yang hampir mustahil. Apalagi kita punya kecenderungan untuk terikut kepada kebiasaan orang-orang di sekitar kita.

Mungkin kita ingin jujur, tapi lingkungan mendesak kita untuk “kompromi” dengan dusta dan permainan licik.

Mungkin kita ingin jaga hidup benar, tapi pergaulan memaksa kita untuk toleransi hal buruk supaya bisa diterima anak tongkrongan.

Dan karena kita masih tinggal di bumi, buat milih Tuhan yang gak kelihatan ketimbang orang yang di ada depan kita, rasanya berat sekali.

Tapi, mari berencana dan berusaha bukan hanya untuk apa yang ada di bumi ini. Tapi juga untuk hidup kekal kita nanti.

Mari mengusahakan hidup yang terbaik dan perbaikan diri yang terbaik, supaya nanti kita tidak ditolak olehNya.

MS