Batu Asah

Written on 04/19/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Ada Firman yang berkata: Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

Ini berarti seringkali kita diijinkan untuk menghadapi orang-orang yang “sulit” untuk mengasah sifat baik dan kompetensi diri kita untuk jadi lebih mantap.

Kalau misal kejadiannya gitu sih, gak apa. Asalkan kita selalu waspada dan siap untuk “mencari hikmat” dari segala peristiwa, setiap pembelajaran pasti gak akan lewat begitu saja.

Tapi jadi masalah, kalo kitalah yang terus-terusan menjadi “pembelajaran” bagi orang lain.

Artinya, kita lah yang punya kelakuan buruk, emosi gak stabil, sifat-sifat yang sulit dan menyusahkan sampai-sampai orang lain menjadi jengah dan malas berinteraksi sama kita.

Orang-orang sudah pada “naik kelas” di sekolah hidup, eh kitanya “tinggal kelas” karena ogah berbenah diri.

Iya sih, kita jadi “berjasa” untuk mengasah orang lain. Tapi, kapan kita diasahnya kalo terus kaya gini?

Yuk, gak hanya berprestasi dengan menjadi “alat penyempurna karakter orang”. Mari juga menjadi orang yang disempurnakan lewat pembentukan karakter kita sendiri.

Beri diri untuk diajar lewat segala peristiwa, dikikis sifat-sifat buruknya dan belajar untuk rendah hati saat Tuhan tegur lewat banyak cara.

Entah itu lewat kebenaran Firman, teguran orang di sekitar, peringatan hati nurani, maupun lewat kejadian hidup yang mungkin menyakitkan daging.

MS