Kerja Maksimal

Written on 04/08/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus ingatkan jemaat untuk terus bertekun dalam “mengerjakan keselamatan” yang sudah diberikan Tuhan dengan takut dan gentar.

Hal ini menandakan bahwa kita mesti terus berjuang untuk berbenah diri dan memantaskan diri di hadapanNya.

Secara status memang kita sudah gak lagi jadi hamba dosa. Tapi, secara kelakuan, prinsip dan sikap hati, mesti terus dibenerin sampai kita benar-benar memiliki hati sepertiNya.

Punya hati yang tulus, hidup lurus dan tekun menjalankan kehendakNya itu gak mudah.

Karena kita punya ego dan keinginan-keinginan sendiri sebagai manusia.

Tapi saat kita mencoba memahami apa yang Dia mau dalam hidup kita, menjalani hidup bagiNya menjadi sesuatu yang nyata dan bisa dilakukan.

Kita gak harus selalu mendedikasikan diri untuk kegiatan sosial, mengabdi kepada organisasi gereja atau menginjil dari rumah ke rumah. Itu bisa saja dilakukan sesuai panggilan, tapi bukan keharusan.

Karena dengan menjalankan hidup sehari-hari, tugas kita saat ini, dan apa pun yang jadi tanggung jawab kita dengan sebaik-baiknya dengan mempertimbangkan kehendak dan perasaan Tuhan, itulah pelayanan kita yang sejati.

Ibadah kita yang sesungguhnya bukan hanya satu dua jam di tempat ibadah saja. Tapi 24 jam hidup kita setiap harinya, di mana pun dan dalam apa pun yang kita kerjakan.

MS