Prince in Duty

Written on 04/02/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Mungkin ada yang pernah berpikir: "Ah, jangan samakan Tuhan Yesus dengan kita. Dia itu Anak Bapa, berkuasa. Kalo Dia jadi manusia pun cuma sementara. Buktinya Dia bisa bangkit dan balik ke surga lagi, kan"

Betul, Dia Tuhan. Tapi saat Dia jadi manusia, Ia adalah manusia seutuhnya kaya kita.

Bayangkan ada seorang Pangeran yang wajahnya tidak diketahui oleh publik. Karena satu misi, ia dicabut haknya sebagai Pangeran lalu dikirim ke tengah-tengah rakyat jelata.

Tanpa status, tanpa gelar, tanpa bodyguard, dan tanpa perlindungan Kerajaan.

Ia gak dibekali apa-apa. Hanya memori bahwa Ia sebelumnya Pangeran, kemampuan yang dipelajarinya selama berada di kerajaan, dan janji kalo dia menjalankan misi dengan baik dia boleh pulang.

Dalam keadaan kaya gitu, apakah orang bakal percaya dia Pangeran? Apa hidupnya akan terjamin aman dan lurus-lurus saja?

Tentu tidak. Kehidupan rakyat biasa itu keras dan sulit. Dan ia mesti jalani dan alami itu semua sendirian.

Dan lebih ngerinya lagi, misal dia gagal, Raja gak akan menerimanya kembali.

Tuhan Yesus dalam misiNya pun punya resiko. Kalo Dia gagal taat dan memilih untuk menjalankan kehendakNya sendiri, Dia gak akan bisa pulang ke Bapa.

Karena alasan Bapa ngirim Dia kepada kita supaya Dia menanggung derita dosa ganti kita dan nunjukin ke kita bahwa walaupun sebagai manusia, taat kepada Bapa itu tetap bisa dilakukan.

Taat kepadaNya itu bisa dilakukan. Tinggal kita mau apa enggak ngejalaninnya.

MS