Panutan Sempurna

Written on 03/22/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Apakah aneh jika kita berharap orang-orang bersikap dan menjadi panutan sesuai dengan posisi, status, atau jabatannya?

Misal, jika mereka orang tua, guru, atau yang lebih duluan hidup dari kita, ya mestinya bisa jadi panutan dan mengayomi kita.

Kalo mereka pemimpin agama atau yang berada di pemerintahan, ya harapannya bisa jadi contoh dan mengutamakan kesejahteraan umat atau rakyat.

Jika mereka kepala keluarga, kepala di kantor atau di organisasi masyarakat, ya hendaknya selalu mawas diri dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Memang idealnya seperti itu. Bahwa setiap orang berfungsi dengan maksimal sesuai status, jabatan, atau posisinya.

Tapi kan kenyataannya gak semua kaya gitu. Gak sedikit yang belum mampu untuk bersikap dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Kalo udah gitu, terus kita mesti gimana? Apakah kita harus ngambek lalu menjadi kecewa?

Yuk, sama-sama jadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran berharga supaya kita gak jatuh di hal yang sama.

Kalo itu bagian kita untuk menegur dan mengingatkan, tegurlah seperti dikehendaki Tuhan..

Selanjutnya, mari terus berbenah diri sampai kesudahannya. Karena pertanggungjawaban hidup di hadapanNya itu nanti sendiri-sendiri.

MS