Baby Blues, Depresi & Cemas

Written on 03/14/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Bagi ibu baru atau yang akan jadi ibu penting buat kita tahu masalah psikis yang mungkin terjadi pascamelahirkan.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Klinik Health360 Indonesia, Daniella Satyasari membaginya jadi 3 jenis.

1. Baby Blues

Baby Blues disebabkan perubahan hormonal. Produksi hormon Estrogen dan Progesteron yang meningkat saat hamil, drop sesudah melahirkan.

Menyebabkan perubahaan mood, kaya gampang marah, cemas, nangis sendiri tanpa sebab, mood swing dan sejenisnya.

Wajar terjadi dalam 1-2 hari, seminggu atau bahkan sebulan.

2. Depresi

 Baby blues berkelanjutan bisa jadi depresi pascamelahirkan. Tapi ada juga sih yang langsung depresi tanpa melalui baby blues dulu.

Ditandai dengan ibu terus sedih, ada rasa bersalah, gak bisa ngurus anak dan suami, sampai ganggu aktivitas sehari-hari.

Saat ini, ibu perlu pertolongan tenaga profesional serta dukungan suami & keluarga.

3. Gangguan Cemas

 Beda dari yang 2 tadi, ini didominasi rasa cemas, susah konsentrasi, semua hal dikhawatirkan, dan bisa sampai tahunan.

Kalo gak diatasi bisa ganggu tugasnya sebagai ibu, isteri, atau pekerja (bagi yang kerja) .

Untuk ngatasinya berikut tips praktis dari Daniella, yaitu P-A-H-A.

PENERIMAAN. Terima kalo emang baru aja jadi ibu. Wajar kalo bingung dan mesti banyak belajar.

ADAPTASI. Pasti banyak perubahan. Beri waktu diri untuk menyesuaikan. Mesti fleksibel, jangan maksain gaya hidup sebelum punya anak untuk diterapin sekarang.

HINDARI hal-hal yang bikin makin cemas. Medsos bisa bikin ibu baru ngerasa bersalah karena bandingin diri sama orang lain. Unfollow akun-akun yang bikin gak bahagia.

ALIHKAN. Ibu bukan robot, boleh sedih kok. Alihkan cemas dengan kegiatan self-care, seperti olahraga, bikin jurnal, gabung komunitas ibu-ibu yang positif.

Semoga bisa jadi info ya, Mom.

MS

 

Sumber: CNN Indonesia

Foto: Canva.com