Poros

Written on 03/05/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Apakah pengharapan terbesar kita? Supaya bahagia di dunia? Supaya dikenang sepanjang masa? Supaya jadi orang sukses dan ternama?

Aku pernah di posisi dimana kebahagiaan ku berpusat pada apa yang dunia tawarkan.

Ini gak bicara soal hal negatif kaya pergaulan buruk, foya-foya atau hal-hal yang tidak pantas atau gak sesuai moral masyarakat.

Tapi lebih ke arah, kalo bahagia itu artinya keluarga utuh, ekonomi selalu cukup, bisa puas jalan-jalan kapan pun, bisa makan apa pun yang kuinginkan, dan semua keindahan di dunia ini bisa kunikmati.

Sehingga kalo aku gak mendapatkan hal-hal tadi, aku merasa kurang lengkap.

Tapi semenjak kenal Tuhan dengan benar, aku memahami kalo kebahagiaan yang sejati itu hanya kutemukan di dalam Dia.

Bukan berarti tidak menghargai keluarga, mengabaikan kemapanan ekonomi atau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menjalankan hidup dengan baik.

Enggak gitu juga.

Tapi jadi lebih menghargai dan memahami bahwa apa yang ada padaku dan kumiliki sekarang itu hanyalah titipanNya.

Sehingga, kalo pun belum atau gak diijinkan punya, yaudah gak apa. Tapi kalo pun diijinkan punya, berarti mesti dipakai dengan bertanggung jawab dan sesuai mauNya.

Gak mudah emang, apalagi manusia ego nya besar. Tapi, kalo mau taat padaNya, mesti belajar untuk mengutamakan Dia.

MS