Unlimited Kuota

Written on 02/10/2021
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Ingatkah tentang perihal mengampuni? Suatu kali Petrus nanya sama Tuhan berapa kali harus mengampuni jika saudaranya berbuat dosa padanya.

Dalam adat Yahudi, seseorang bisa diampuni atas kesalahan yang sama, maksimal 3 kali. Artinya, kalo dia sudah lebih dari 3 kali melakukan salah yang sama maka ia gak perlu lagi diampuni.

Jadi ketika Petrus bilang mengampuni sampai 7 kali, itu sebenarnya dia sudah menunjukkan kebesaran hatinya. Karena ia mengajukan banyak ampunan yang lebih besar dari adat pada umumnya.

Tapi ternyata prinsip Tuhan berbeda dari pemandangan manusia. Ia berkata: “Bukan tujuh kali. Tapi tujuh puluh kali tujuh kali”

Di sini yang penting bukan soalnya angkanya. Tapi konsep berpikirnya.

Bagi manusia kita, pengampunan itu harus berbatas. Mana mau kita disakiti terus menerus. Tapi Tuhan mengajar kita untuk melepas pengampunan tanpa batas.

Bukan supaya kita diinjak-injak atau dimanfaatkan. Tapi supaya kita mengamalkan ajaranNya.

Manusia adalah gudangnya dosa. Kecenderungan berdosa dan tidak taat kita tinggi sekali. Pun seperti itu, Tuhan masih kasih kesempatan kita untuk benerin diri.

Konsep kasih dan pengampunanNya inilah yang Ia ingin kita miliki.

Jika kita saja sudah terlebih dahulu diampuni, mengapa kita menolak melepaskan pengampunan bagi sesama kita?

MS