New Habit

Written on 12/30/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam suratnya yang ke dua untuk jemaat di Korintus, Paulus ingatkan jemaat tentang status kita sebagai orang percaya.

Di sana dikatakan bahwa karena kasih karunia Tuhan kita diberi pengertian bahwa oleh karena pengorbanan Satu Pribadi maka semua orang diselamatkan.

Dan Dia mati untuk kita, supaya kita hidup. Hidup yang gimana? Hidup yang menyenangkanNya.

Selanjutnya dibilang juga, siapa yang hidup didalam Kristus adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.

Hidup di dalam Tuhan gak sekedar percaya dengan mulut atau tertulis agamanya di KTP.

Hidup dalam Tuhan, artinya cara kita bicara, berlaku, bersikap, memperlakukan orang lain, menghadapi masalah dan merespon setiap kejadian dalam hidup, itu semua mencerminkan ajaranNya yang mulia.

Menjadi “pribadi yang baru” gak seperti menjentikkan jari atau membalik telapak tangan. Perlu terus dibiasakan sampai karakter baik itu jadi jati diri kita.

Orang kalau sudah terbiasa sarapan nasi, kalau disuruh ganti sarapan roti, rasanya gak pas. Perlu dibiasakan sampai roti menjadi kesukaannya.

Orang kalau terbiasa hidup buat dirinya sendiri, kalo disuruh hidup buat Tuhan, rasanya gak sreg. Perlu dibiasakan sampai Tuhan jadi yang utama baginya.

MS