Bagian Terbaik

Written on 12/11/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Ingatkah kisah Maria dan Marta?

Pada masa itu Tuhan dan murid-muridnya sedang berkunjung ke suatu kampung, lalu wanita bernama Marta menerima mereka di rumahnya.

Dia punya saudara namanya Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan mendengarkan perkataan Tuhan.

Sementara itu Marta sibuk menyiapkan makan buat tamunya itu. Dan ini bikin Marta kesal karena Maria gak bantuin dia.

Ia minta Tuhan untuk menegur saudaranya, biar bantuin dia. Tapi, Tuhan malah berkata kalo Maria membuat keputusan yang lebih baik dibanding Marta.

Sekilas, seakan Tuhan seperti “kurang menghargai” usaha Marta menyiapkan kebutuhanNya dan murid-muridNya. Tapi, apakah benar kaya gitu?

Tentu tidak. Apa yang dilakukan Marta itu perlu. Karena dalam pelayanan, kita perlu mereka yang siap sedia memberi diri melayani, baik secara lahir maupun batin.

Tapi, pada kesempatan ini Tuhan mau ngajarin, jangan sampai “kegiatan” pelayanan itu menjadi jauh lebih penting ketimbang Tuhan sendiri.

Ya, Dia dan murid-muridNya perlu dilayani kebutuhan jasmaninya. Tapi, bukankah lebih penting bagi mereka menyediakan waktu untuk mendengarkan isi hatiNya?

Semua ada waktunya. Waktu bekerja, waktu istirahat. Waktu memberi dan melayani, waktu mengisi dan memperbaharui diri.

Jangan jadikan “kesibukan” pelayanan sebagai alasan untuk gak punya waktu duduk di kakiNya.

Karena, buat apa sih kita melayani, kalo gak buat kepentinganNya? Dan gimana kita tau apa mauNya, kalo gak nyediain waktu ngertiin hatiNya?

MS