Paksaan, Suratan, apa Pilihan?

Written on 11/17/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam surat Petrus yang pertama untuk orang-orang Kristen yang tersebar di seluruh bagian utara Asia Kecil, ia mengingatkan jemaat bahwa ketaatan kepada Dia itu memang mestinya bukan paksaan tapi kesadaran manusia sendiri.

Di sini, diberi penjelasan soal siapa diri kita di hadapanNya, apa yang sudah dilakukanNya untuk kita dan gimana seharusnya kita menjalani hidup kita di bumi ini.

Dan jika kita sudah tahu hal ini, akhirnya keputusan mau taat apa gak itu balik lagi ke kita sendiri. Ia gak pernah maksa, Ia menganjurkan mana yang baik supaya kita bisa nyenengin Dia.

Hal utama yang dibahas di surat ini adalah haruslah kita kudus dalam seluruh aspek hidup kita, sebagaimana Ia pun kudus.

Artinya, sebanyak apa pun mentor, panutan atau contoh yang kita punya di dunia ini, tetap Panutan Utama kita adalah Tuhan sendiri.

Sehingga, kalau pun kakak rohani, orang tua, penatua, majelis gereja, pendeta dan orang-orang seprofesi itu hidupnya masih belum bisa jadi contoh sempurna, mestinya kita gak kecewa.

Karena, Dia lah satu-satunya contoh sempurna yang sudah berhasil taat sama Bapa dan kita harus mengikuti jejakNya.

Prakteknya tentu beragam sesuai dengan hidup yang kita jalani masing-masing. Tapi, tujuannya sama, yaitu serupa dengan Dia dalam karakter baik dan agungNya.

Kalo kamu, siapa panutanmu hari-hari ini?

MS