Bahagia

Written on 11/16/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Masih ngomongin soal memaafkan. Kemarin posisinya kita jadi orang yang bersalah.

Nah, sekarang yuk lihat dari perspektif orang yang disakiti.

Rasanya pasti berat untuk mengampuni mereka yang sudah mengkhianati kepercayaan.

Apalagi jika pengkhianatan itu terjadi berulang kali.

Kita sudah berusaha memberi kesempatan, tapi yang bersangkutan malah menggunakan itu sebagai celah untuk mempermainkan.

Jika demikian, kita sebaiknya belajar untuk menjadi bijak. Kita tidak lantas membenci atau menutup pintu maaf.

Tapi, kita belajar tegas berkata tidak kepada kesalahan. Kita membuka diri terhadap perubahan baik, tapi tidak terhadap kesalahan yang terus berulang.

Jika yang punya diri betul mau berubah, kita tetap ada di sana untuk membantu.

Tapi jika belum nampak niat dan usaha yang jelas, kita tidak perlu bersusah hati.

Tak apa. Memang manusia sering mengecewakan, tetapi Tuhan selalu melegakan.

Lepaskan pengampunan dan terima kelegaan dariNya. Tidak perlu menuntut orang itu untuk berubah. Karena itu tanggung jawabnya sendiri kepada Tuhan.

Mari urus perbaikan diri kita sendiri di hadapanNya dan jadi bahagia karena Dia.

MS