KematianNya, kehidupan kita

Written on 11/06/2020
Maria Shandi

Dear MS Friend,

Kita mungkin tidak asing dengan Firman yang berkata bahwa dengan pengorbanan satu Pribadi, maka yang lain pun ikut ditebus dan diselamatkan.

Kalo gak hati-hati, kita pikir karena kita sudah ditebus olehNya, maka kita gak perlu bikin apa-apa.

Kita cukup jalani hidup saja dan bikin hal-hal sesuka hati kita.

Padahal dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus, Paulus ingatkan bahwa Ia telah mati untuk kita, maka kita (manusia kedagingan kita) pun ikut mati bersama-sama dengan Dia.

Dan Dia mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, gak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tapi hidup untuk kepentinganNya yang sudah mati bagi kita.

Sebagaimana seorang tebusan punya hutang budi kepada yang menebus/ membelinya, kita pun telah dibeli dengan harga yang mahal. Dan itu sudah lunas di atas kayu salib.

Kalo kita punya kesempatan bernafas hari ini, seharusnya kita pake buat nyenengin Dia aja. Nanya Dia, gimana kita bisa nyenengin Dia lewat sekolah, pekerjaan, rumah tangga, pergaulan, karir dan semua hal dalam hidup kita.

Nyenengin Dia gak mesti menginjil bawa Alkitab dari rumah ke rumah. Tapi perkataan, perbuatan, pikiran dan keputusan kita sehari-hari mestinya mencerminkan keagunganNya.

Kalo kamu, untuk siapa kamu jalani hidup hari ini?

MS