Kebakar Emosi

Written on 10/26/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Berlanjut soal pencobaan yang dialami Tuhan di padang gurun. Iblis kemudian membawaNya ke kota Yerusalem dan menempatkanNya di puncak tertinggi bait suci itu.

Lalu Iblis bilang sambil mengejek: “Kalau Engkau Anak Allah, jatuhkan diriMu ke bawah, karena ada tertulis: Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat untuk menopang kakiMu. Jadi Engkau gak akan jatuh”

Mendengar itu Tuhan menjawab: “Ada juga tertulis: Jangan mencobai Tuhan Allahmu”

Kita bisa lihat kalo Iblis ini lagi nantangin Tuhan. Sebenarnya tanpa tes-tes kaya gitu, Iblis juga paham Dia itu siapa. Tapi, Iblis pengen mancing egoNya, ego kemanusiaanNya.

Waktu kita diragukan, gak dipercaya, diejek, atau direndahkan, pasti ego kita meronta. Rasanya pengen buktiin kalo mereka semua salah.

Menurutku gak papa, asal masih dalam motivasi yang benar dan positif. Yaitu, memperbaiki diri dan jadi lebih baik lagi. Bukan karena sakit hati dan dendam.

Tapi, “pembuktian” yang diminta Iblis gak ada positifnya sama sekali. Tujuan akhirnya adalah pamer kekuatan dan berujung sombong.

Omongan Iblis itu bukan kritik dan saran membangun. Tapi ejekan untuk mancing emosi dan egoNya.

Tapi, Dia tidak mau terjebak. Ia tenangkan diriNya dan kesampingkan egoNya.

BagiNya, “pembuktian” dengan motivasi pamer kekuatan itu, sangat gak penting. Yang penting adalah ketaatanNya pada BapaNya.

Yuk, belajar dariNya. Utamakan Bapa di atas segalaNya. Jangan sampai ego pribadi kita menjadi penghalang ketaatan kita.

Kalo kamu, mau jadi lebih baik dalam hidup itu, karena mau nyenengin Dia atau karena sakit hati dihina sama sesama?

MS