Hidup Tanpa Ketakutan

Written on 09/23/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam surat Yohanes yang pertama dikatakan: “Di dalam kasih tidak ada ketakutan, karena kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab ketakutan mengandung hukuman dan siapa takut maka ia gak sempurna dalam kasih” .

Kalo misal kita baca ayat itu doang tanpa baca ayat-ayat sebelumnya, maka kita bisa salah paham.

Karena, takut apa yang dimaksud di sini? Apakah takut gelap atau gimana?

Masih nyambung dengan pembahasan kemarin soal kalo kita mengasihi seperti Tuhan sudah mengasihi kita, maka kasihNya tinggal di dalam kita.

Dan kalo kasihNya tinggal di dalam kita, maka gaya hidup kita jadi seperti Kristus. Yang seperti apa? Yang adil, suci, kudus, taat sama Bapa, dan melakukan semua baik dan berkenan padaNya.

Nah, dalam terjemahan sederhananya, takut yang dimaksud ini berkaitan dengan takut akan penghakiman setelah kita tutup mata di dunia ini.

Kalo orang bersalah, mereka takut sama pengadilan, karena sadar dirinya gak bener.

Tapi, kalo kita berusaha yang terbaik, setiap hari menjalankan hidup yang nyenengin Tuhan, saat hari penghakiman nanti kita gak akan takut.

Malahan kita bahagia, karena akhirnya kita bisa ketemu Kekasih Abadi kita.

Sudahkah kita serius jalani hari untuk kepentinganNya?

MS