My will VS His will

Written on 09/12/2020
Maria Shandi


Dear MS Friends,

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, suatu kali Paulus ingatkan bahwa kalopun kita makan, minum dan melakukan segala sesuatu itu untuk kemuliaan Tuhan.

Seberapa sering kita melakukan sesuatu buat kepentingan kita sendiri?

Kita makan karena kita pengen. Kita minum semua minuman yang kita suka. Kita berbenah diri karena itu menguntungkan kita.

Gak bisa dipungkiri, seringnya kita melakukan sesuatu itu karena kita merasa diuntungkan dari situ.

Kalo itu hal yang berujung kepada kebaikan, mungkin sah-sah aja.

Tapi, lagi-lagi kita ini manusia yang lemah hati dan mudah terbawa pada hal buruk.

Kalo kita bikin segala sesuatu buat kepentingan kita sendiri, kita bisa aja menghalalkan apa pun asalkan kita senang.

Kita gak makan dan minum yang sehat, karena pengen nyenengin lidah kita.

Kita foya-foya tanpa batas, karena merasa perlu untuk menghadiahi diri kita yang sudah kerja keras.

Kita egois dan gak mau ngertiin orang, karena itu jalan ternyaman buat diri kita.

Dan masih banyak lagi keputusan menyimpang yang kita ambil, demi kesenangan pribadi.

Tapi, kalo kita ngelakuin sesuatu buat Tuhan, kita akan mikir dua tiga kali sebelum mengambil keputusan.

Karena kita pasti mikir dulu: "kalo aku makan ini, buat gini, atau ngelakuin itu, kira-kira Tuhan senang gak ya?"

Kesenangan Tuhan itu semua yang benar, adil, suci, mulia, manis, sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji.

Kalo patokan kita hal-hal agung seperti itu, maka keputusan dan pilihan hidup kita akan sejalan dengan rencanaNya.

Selamat mikirin Dia tiap saat ya 😊

MS