Bibit Jahat

Written on 09/08/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Tahukah kamu cerita tentang Raja Firaun pada masa kenabian Musa, yaitu saat orang Israel akan dibawa keluar dari perbudakan di Mesir?

Ini Raja emang keras kepala banget. Perlu sepuluh tulah biar dia mau ngijinin bangsa Israel keluar dari Mesir.

Itu pun masih aja dia bersikeras untuk ngejar mereka sampai akhirnya tertelan oleh laut Teberau.

Kalo kita perhatikan, beberapa kali ada ayat yang berkata “Tuhan mengeraskan hati Firaun sehingga ia tidak mengijinkan bangsa Israel bebas” .

Kalimat “Tuhan mengeraskan hati” ini sekilas terkesan kalo bebalnya Firaun itu karena keinginan Tuhan saja.

Padahal, apa yang terjadi pada manusia itu juga gak lepas dari keputusan manusia itu sendiri.

Firaun itu gak semerta-merta jahat, lo. Kalo diliat dari sepak terjangnya, dia emang Raja yang kejam dan menindas bangsa Israel dengan tangan besi.

Dia juga yang memerintahkan untuk membunuh setiap bayi laki-laki Israel yang lahir pada masa pemerintahannya, biar bangsa budak itu gak makin banyak di tanah Mesir.

Dari sejarah, memang kekerasan hati Firaun ini perlu untuk menunjukkan kedaulatan Tuhan. Namun, keputusan untuk jadi jahat itu ya murni pilihan Raja Firaun itu sendiri.

Nah balik lagi ke kita hari-hari ini. Mau jadi taat atau engga, itu murni pilihan kita sendiri.

Kita gak bisa bilang itu “takdir” kalo kita akhirnya bebal dan sulit berubah. Karena itu adalah tumpukan dari keputusan-keputusan kecil yang kita ambil tiap hari.

MS