Medan Perang

Written on 09/03/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Masih di surat Paulus ke jemaat Roma.

Paulus ingatkan jemaat untuk menanggalkan perbuatan-perbuatan gelap dan pakai perlengkapan senjata terang.

Analogi yang dipakai adalah seakan-akan kita sedang berada di medan perang.

Mungkin hari-hari ini sulit membayangkan keadaan saat perang.

Apalagi kalo kita hidup di negara yang damai dan tidak ada perang secara fisik.

Tapi beribu tahun yang lalu atau di daerah-daerah yang rawan perang, perasaan was-was dan perlunya siap siaga itu terasa sangat nyata.

Kalo perang, tidur gak sempat. Makan gak enak. Gak ada tenangnya sedikit pun. Selalu jaga-jaga sapa tau musuh menyerang.

Nah, bagi kita, hari hidup kita ini adalah medan perang kita. Bukan perang dengan sesama manusia lainnya.

Tapi perang dengan kedagingan dan kecenderungan berdosa dalam diri kita.

Paulus himbau jemaat untuk hidup sopan layaknya hidup siang hari.

Jangan pesta pora, mabuk-mabukan, jangan mikir cabul atau muasin hawa nafsu, dan jangan hobi berantem atau nyimpen iri dengki.

Dengan kata lain, kita bener-bener waspada, siap sedia, berjaga-jaga karena ini semua adalah realita sehari-hari kita.

Karena kalo kita lulus detik ini, akan ada “peperangan” baru yang menanti kita detik berikutnya.

Nah, sudahkah kita siapkan diri menjadi “prajuritNya” yang taat hingga akhir?

MS