Guru

Guru

Written on 09/01/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam kitabnya Yakobus menasehatkan soal menjadi “guru atau pengajar” di tengah-tengah jemaat.

Dikatakan kalo janganlah banyak dari mereka yang mau menjadi “guru atau pengajar”, karena pengajar akan dihakimi dengan ukuran yang lebih berat.

Seorang guru atau pengajar, memiliki tanggung jawab bukan hanya dirinya sendiri, tapi juga orang-orang yang diajarnya.

Memang benar, pengerjaan keselamatan itu adalah karya Tuhan dan pribadi masing-masing orang.

Tapi, guru atau pengajar adalah sarana atau alat untuk penyampaian kebenaran Firman Tuhan.

Dan jika mereka gak jaga hidup kudus di hadapan Tuhan, maka apa yang disampaikan bisa menyimpang dari apa yang Tuhan inginkan.

Sehingga orang-orang yang mendengarkannya, kalo mereka gak belajar Firman sendiri dan punya waktu khusus untuk mengenal Tuhan, pasti akan tersesatkan.

Maka, di sini Yakobus mau ingetin, kalo tanggung jawab pengajar itu pasti lebih berat. Dan kalo bukan panggilan, sebaiknya tidak usah memaksakan jadi pengajar atau guru di tengah jemaat.

Guru itu digugu dan ditiru. Setiap kata, sikap dan perbuatannya dijadikan contoh oleh murid-muridnya.

Jadi bukan sekedar pintar dan tahu isi Kitab saja, tapi memang benar-benar punya hubungan yang baik dengan Tuhan.

Tapi jika itu memang panggilan, baiknya dilaksanakan dengan tekun dan penuh tanggung jawab.

Sambil menyadari, jadi guru atau pengajar itu bukan sekedar punya banyak fans, tapi lebih penting, mesti jaga hati dan sikap benar di hadapan Tuhan.

Apakah kamu seorang pengajar di komunitasmu? Bagaimana pendapatmu soal hal ini?

MS