Sikap Hati

Written on 08/26/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Kita mungkin Kristen dari lahir. Kita tau tata cara ibadah dan peribadatan di luar kepala. Kita gak pernah melewatkan upacara keagamaan dan mungkin sudah hafal isi Alkitab.

Tapi, apakah apa yang kita baca, lakukan dan praktekkan itu sudah berkenan di hadapan Tuhan?

Kita semua berawal dari Hukum Taurat yang mengikat. Yang mengajar kita tentang perintah dan larangan yang tertulis di Loh Batu.

Lalu, Tuhan Yesus datang ke bumi membawa Injil. Menyempurnakan Hukum Taurat dengan teladan hidupNya yang begitu agung.

Siapa mengira kalo benci orang itu sudah termasuk membunuh, kalo melihat lalu mengingini lawan jenis itu sudah berzinah di dalam hati?

Dan saat hukum berkata “mata ganti mata, gigi ganti gigi”, Ia ajarkan untuk mengampuni bahkan mengasihi musuh dan mereka yang menganiaya kita.

Tapi, mesti diingat, ajaranNya gak menyimpang dari Hukum Taurat.

Bahkan Ia pernah bilang, “Kalo kehidupan keagamaan kita gak lebih baik dari Ahli Taurat dan Orang Farisi, maka kita gak akan masuk Kerajaan Surga”.

Artinya, jangan lalaikan peribadahan yang dibiasakan dari dahulu, tetap lakukan dengan tekun dan rajin.

Tapi, jangan berhenti sampai di situ. Lakukan dan praktekkan ajaranNya dalam hidup sehari-hari dengan motivasi yang benar. Yaitu supaya Dia makin senang lihat hidup kita.

Karena Ia melihat jauh ke dalam dan menilai hati setiap orang.

Bagaimana hidup kita hari-hari ini di hadapanNya?

MS