Kau Cukup Bagiku

Kau Cukup Bagiku

Written on 07/29/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Pernah tahu atau baca buku “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” (100: Ranking Orang Paling Berpengaruh dalam Sejarah) ?

Buku yang ditulis oleh Michael H. Hartman ini meneliti tentang orang-orang yang berpengaruh dalam sejarah dunia. Dilihat dari pengajaran, teori, kontribusinya kepada masyarakat, serta respon pengikut terhadap ajaran tersebut.

Dalam buku tersebut ada hal yang menarik. Yaitu, penulis menyebutkan kalo Paulus berperan penting dalam penyebaran Kekristenan.

Kalo diliat dari lama dan jangkauan penyebarannya, memang Paulus hidup lebih lama dan berkeliling lebih jauh dibandingkan Tuhan Yesus semasa Dia hidup di bumi.

Masa pelayanan Tuhan di bumi adalah 3.5 tahun. Sementara Paulus, berdasarkan penelitian para ahli, menghabiskan sekitar 30 tahunan.

Di sini kita ngerti kalo Paulus, dari kacamata manusia kita, emang orang yang hebat dan berkontribusi besar dalam penyebaran ajaran Tuhan.

Tapi pun, walopun sudah mengabdi sedemikian rupa kepadaNya, masih juga dia diijinkan punya kelemahan, yang disebutnya sebagai “duri dalam daging, seorang utusan Iblis yang menggocoh dia”.

Menggocoh itu artinya meninju keras-keras.

Gak dibilang jelas di Alkitab apa yang dimaksudkan Paulus. Ada tafsiran yang bilang itu penyakit dan sebagainya.

Tapi, apa pun itu, artinya, meski dia mengabdi sampai segitunya, dia masih juga diijinkan ngalamin hal gak enak, bahkan dari dalam dirinya sendiri.

Dia sempat minta itu untuk diangkat, tapi Tuhan menjawab: “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, dalam kelemahanlah kuasaKu jadi sempurna”.

Dari sini kita belajar, sering hal-hal menyakitkan diijinkan terjadi atau “berkeliaran” di sekitar kita, supaya kita tetap mawas diri, tidak congkak, dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita.

Masihkah kita terus evaluasi diri terkait hal-hal yang terjadi tiap hari?

MS