Soal Dia dan Rencana Kita

Soal Dia dan Rencana Kita

Written on 07/17/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Sering kita dengar, kalo dalam kegiatan dan keputusan kita mesti melibatkan Tuhan. Jangan jalan sendiri.

Dan banyak yang berpendapat, kalo kita bergantung sama Dia, berarti kalo kita pengen sesuatu, ngerencanain sesuatu, dan beraktivitas kita gak boleh ngandalin kekuatan sendiri.

Ya, pemikiran ini oke sih. Tapi pertanyaannya sampai sejauh mana kita melibatkanNya?

Adakah kita ngelibatin Dia juga pas bikin rencana? Adakah kita mikirin kalo, kira-kira Dia senang gak ya dengan rencana kita ini?

Cocok gak ya sama ajaranNya? Apakah keinginan dan kehendak kita cocok sama kehendakNya?

Kalo pun kita ngelakuin sesuatu itu mestinya bukan buat kepuasan kita sendiri tapi “sejalan” dengan kepentinganNya.

Apakah kita sudah melibatkanNya sampai sejauh itu? Atau Dia cuma “alat praktis” yang kita pake untuk melancarkan usaha-usaha kita?

Adakah doa kita berisi: “Tuhan lindungi ini, Tuhan lancarkan itu, Tuhan dekatkan dia, Tuhan jauhkan celaka, Tuhan berikan ini, lakukan itu, dan sebagainya”?

Gak ada salahnya meminta. Toh, Dia juga bilang “mintalah maka akan diberi”.

Tapi kita mesti pahami, “diberi” bukan “dikabulkan”. Artinya, Dia akan merespon doa kita sesuai dengan kedaulatanNya, sesuai apa yang dianggapNya baik buat kita.

Sejauh mana kita melibatkanNya dalam hidup kita?

MS