Jaga Hati

Jaga Hati

Written on 06/26/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Sebelum baca renungan hari ini disaranin baca dua renungan sebelumnya ya. Renungan tanggal 25 dan 26 Juni 2020. Jadi, biar nyambung.

Nah, gimana cara bedain kalo suatu hal atau kondisi yang kita pergumulin itu bicara soal “prinsip atau selera”?

Prinsip (principal) diartikan sebagai tingkat pertama dalam urutan kepentingan.

Artinya, prinsip ini sesuatu yang kita pegang teguh, utama dan jadi dasar dari segala yang kita lakukan tiap hari.

Prinsip bisa kita pelajari di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.

Tapi, sebagai orang percaya, prinsip hidup kita sumbernya adalah Dia sendiri. Karena Dia adalah goal, panutan, role model kita.

Dan satu-satunya cara ngertiin prinsip hidupNya ya dengan sediain waktu tiap hari buat renungin Firman, komunikasi pribadi dan ngertiin mauNya.

Terus, gimana kalo sesuatu itu “selera”?

Selera itu kenyamanan atau kesukaan orang secara pribadi.

Kalo setelah kita timbang, sesuatu itu gak menyalahi dan melangkahi prinsip hidup kita, artinya kalo kita lakukan kita gak mengkhianati iman percaya kita ke Tuhan dan nyakitin hati Tuhan, maka sangat bisa kita toleransi.

Toleransi bukan berarti kita harus akui itu sebagai kebenaran. Tapi, kita belajar hormati dan hargai sesuai porsinya sebagai sesama manusia yang punya banyak perbedaan.

Tapi, kalo pun kita nemuin suatu hal yang bertentangan dengan prinsip kita, sebisanya kita carikan jalan tengah. Minimal, kalo gak ada solusi, jangan bikin emosi.

Mundur teratur lebih baik daripada maju terus dan akhirnya menimbulkan pertumpahan darah. Kalo bingung, tanya Tuhan, mana yang baiknya dilakukan.

Pernah berada di situasi kaya gini?

MS