Toleransi

Toleransi

Written on 06/25/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam hidup kita mesti punya prinsip. Tanpa prinsip kita seperti layangan putus. Terseret angin dan terbang ke mana pun tanpa tujuan yang jelas, karena gak punya “pegangan”.

Dan sebagai orang percaya, prinsip kita mesti disesuaikan dengan prinsipnya Tuhan sendiri. Dan itu semua udah tertulis di Kitab Suci.

Selain dari prinsip, ada juga selera. Selera itu artinya sesuatu yang cocok atau “sreg” dengan diri dan perasaan kita.

Setiap kita melakukan sesuatu, selain karena prinsip tapi juga karena selera (taste) masing-masing.

Contohnya gini, kalo makan bubur ayam, ada tim “diaduk” ada juga tim “gak diaduk”. Nah, ini gak ada salah bener, ini masalah selera atau nyamannya orang aja.

Ada orang yang selera fashion-nya 70an, baju mini, full armor (tertutup semua), ini sih gak bisa salah bener, karena pilihan dan kesukaan. Kalo masalah moral dan budaya masyarakat timur, itu beda lagi bahasannya, ya.

Nah balik lagi.

Dalam hidup kita gak bisa ngelanggar prinsip. Kalo “selera” bertentangan dengan prinsip hidup Kristen, maka kita gak bisa toleransi. Itu sama aja kita berkhianat sama Tuhan.

Tapi kalo satu hal itu cuma masalah selera tiap orang yang beda, kenapa sih gak mau toleransi dan nurunin ego dikit biar semua tetap damai?

Tuhan ajar kita punya nilai hidup yang tinggi, ajar kita untuk jadi pribadi yang berkarakter mulia.

Bukan ego maniak yang gak bisa toleransi dan berlindung di belakang “topeng prinsip” yang sebenarnya cuma selera individu aja.

Gimana menurutmu?

MS