Menyambut New Normal

Menyambut New Normal

Written on 05/23/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Setelah sekitar enam bulan virus Covid-19 muncul dan bikin geger dunia, beberapa negara mulai melonggarkan pembatasan sosialnya.

Ini disebut sebagai "New Normal", yaitu perubahan perilaku untuk menjalankan aktivitas normal tapi tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Contohnya, Singapura bakal buka kembali sekolah, kantor, dan pertemuan sosialnya per Juni 2020 tapi tetap dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Terus, Amerika, di kota New York, misalnya, pemerintah bikin "lingkaran pembatasan fisik" di salah satu taman terkenal di Brooklyn, Domino Park, untuk mengurangi kepadatan pengunjung saat akhir pekan.

Buat negara-negara yang kurva penyebaran Covid-19 sudah mulai rata (flat), ini mungkin bisa mulai dijalankan supaya kegiatan masyarakat bisa mulai berjalan kembali.

Tapi, bagi Indonesia yang kurva penyebaran masih terus naik, kebijakan "New Normal" ini masih dipertanyakan keefektifannya.

Karena bisa aja kebijakan "New Normal" ini malah bikin penyebaran virus jadi gak kekontrol.

Kecuali mereka yang terpaksa harus keluar rumah karena tuntutan pekerjaan, kita mestinya bertanggung jawab sama diri sendiri dan orang lain.

Makin taat kita sama aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), makin cepat kita bisa ngikutin jejak negara-negara lain yang sudah mulai menerapkan "New Normal"

Apa usaha yang udah kamu lakukan untuk membantu percepatan perataan kurva penyebaran (flatten the curve) virus Covid-19?

MS

 

Sumber: alinea.id

Foto: cbsnews.com