Yang Adem Ayem

Yang Adem Ayem

Written on 03/10/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Dalam perjalanan iman kita, sering kita mendapati perbedaan kepercayaan dengan sesama kita.

Dan karena seringkali kita dikasi tau kalo “agama” kita yang paling bener, akhirnya jadi punya kecenderungan buat menghakimi orang lain yang beda sama kita.

Akhirnya, diskriminasi makin banyak terjadi. Susah untuk saling menghargai dan saling toleransi.

Padahal, kita diajar untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Dan bukankah sesama kita itu “siapa pun” tanpa memandang latar belakang suku, agama, ekonomi, keadaan fisik dan lain sebagainya?

Kebenaran yang kita pelajari bukan sekedar teori, tapi kudu praktek. Kita gak bisa bilang kita cinta Tuhan, kalo kita masih gak akur sama sesama.

Tentu kita jaga diri dalam pergaulan. Tapi bukan berarti kita musuhin mereka yang beda sama kita. Bahkan Ia ketika masa hidupNya di bumi 2000 tahun lalu, mau bergaul dengan siapa pun tanpa memandang rupa.

Pernah ngalamin diskriminasi atau mungkin bersikap gak baik ke mereka yang beda sama kita?

MS