Memperindah Penampilan

Memperindah Penampilan

Written on 05/31/2019
Maria Shandi


Sebagai seorang wanita, saya berusaha untuk memiliki penampilan yang baik, salah satunya dengan berolahraga. Biasanya olahraga saya lari selama tiga puluh menit, 2-3 kali seminggu. Lemon dan madu, juga menjadi minuman wajib saya setiap pagi, dilanjutkan dengan pisang, telur rebus dan oatmeal sebagai sarapan. Untuk sehari-hari, saya membiasakan diri lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah, kalaupun daging biasanya ikan atau ayam kampung yang direbus atau dipanggang. Saya pun membiasakan diri untuk tidur sebelum jam sepuluh malam supaya bisa memiliki waktu istirahat yang cukup. Pola olahraga, makan dan istirahat ini tidak hanya berpengaruh untuk kesehatan tapi juga berpengaruh untuk penampilan saya. Lalu untuk menunjang penampilan, saya belajar bagaimana berdandan dan berbusana dengan baik.

Saya merenungkan, untuk penampilan luar yang sifatnya sementara saja, saya rela untuk "mendadani”-nya setiap hari. Seharusnya yang terpenting dari semuanya adalah "mendadani" penampilan batiniah kita yang sifatnya abadi sehingga menjadi kesukaan Tuhan. Kalau untuk memperindah penampilan luar saja dibutuhkan waktu yang panjang dan usaha setiap hari begitu pun dengan penampilan batiniah, dibutuhkan proses dan kerja keras dalam keseharian hidup kita. Saya mempelajari bagaimana menjaga kesehatan dan penampilan melalui buku dan seminar kesehatan. Dalam memperindah penampilan batiniah, saya menyadari Firman Tuhanlah sebagai buku panduannya. Membaca buku, artikel dan mengikuti pendalaman Alkitab saya lakukan sehingga membuat saya semakin mengerti akan kebenaranNya dan berusaha untuk mempraktekkannya dalam keseharian hidup untuk menghiasi penampilan batiniah saya.

Dalam memperindah penampilan batiniah sangatlah penting menyadari bahwa kita berharga bukan dari penampilan luar kita, bukan dari apa yang kita pakai dan harta yang kita miliki, tapi kita berharga karena Pencipta kita Maha Agung. Seperti pemusik yang luar biasa, musik yang diciptakannya pun menjadi luar biasa. Begitu pun dengan kita yang diciptakan oleh Pribadi yang mulia, kita menjadi ciptaan yang mulia. Bukan berarti tidak boleh memakai perhiasan, baju, tas, mobil yang bermerek dan sebagainya. Kalau kita dipercayakan serta mampu untuk membelinya dan memakainya untuk kepantasan, tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika itu semua menjadi nilai diri yang artinya tanpa barang-barang tersebut kita merasa tidak berharga, tidak utuh dan dijadikan kebanggaan diri. Seharusnya nilai diri kita satu-satunya adalah memperoleh perkenanan Tuhan.

Kita berharga karena karena kita dirancang sebagai pribadi yang khas, unik dan luar biasa. Di dunia ini tidak ada dua orang pun yang sama sekalipun anak kembar. Artinya setiap kita diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Seperti sebuah puzzle, gambar yang terbentuk dari potongan gambar yang tidak beraturan dan tidak sama. Setiap kita adalah potongan gambar yang harus melengkapi sebuah gambar yang indah. Tidak ada yang tidak berharga dan tidak berguna di hadapan Tuhan. Setiap kita memiliki keistimewaan dari Tuhan. Bagian kita adalah menemukan keistimewaan tersebut, yaitu bakat atau talenta dari Tuhan, serta mengembangkannya. Sehingga ketika setiap kita yang menjadi potongan gambar tersebut disatukan, kita akan saling melengkapi dan menjadi gambar indah yang sempurna bagi Tuhan.

Saya pernah membayangkan apa jadinya kalau seorang Maria Shandi tidak pernah ada di dunia ini dan tidak pernah ada dalam sejarah kehidupan manusia. Dunia akan tetap berputar, kehidupan akan tetap berlangsung dengan normal seperti hari ini, ketidakberadaan saya tidak akan mempengaruhi apapun. Ini menyadarkan saya bahwa saya bukan siapa-siapa dan tidak berarti kalau saya menjalankan agenda saya sendiri. Saya menjadi berarti di dunia ini ketika saya menjalankan agendaNya Tuhan. Seperti potongan puzzle yang akan saling melengkapi dan berguna kalau bentuknya sesuai dengan rancangan penciptanya, kita dirancang untuk melakukan kehendak Bapa, sehingga kita dipersiapkan dan dilayakkan untuk tinggal bersamaNya. Untuk melakukan kehendakNya, kita harus memiliki kepekaan. Untuk memiliki kepekaan kita harus cerdas. Dengan belajar kebenaran, kita akan memiliki kecerdasan roh sehingga kita bisa mengerti apa yang Bapa kehendaki. Selanjutnya Roh Kudus akan menuntun kita kepada segala kebenaran. Peristiwa hidup yang terjadi juga menjadi sarana Tuhan untuk menyempurnakan kita. Tujuan akhirnya adalah supaya penampilan batiniah kita menjadi indah dan dapat dinikmati Tuhan. Tuhan berkati