Gaya Hidup Kristus

Gaya Hidup Kristus

Written on 06/30/2020
Maria Shandi


Dear MS Friend,

Mungkin ada dari kita yang baru saja lulus kuliah dan dapat gelar Sarjana.

Atau mungkin kita teringat dulu waktu kita baru lulus kuliah dan baru sekalinya ngelamar kerja.

Betapa senangnya dapat pekerjaan pertama. Apalagi kalo keterima di Perusahaan yang bonafid dan emang sudah diincar dari jaman kuliah.

Pas hari pertama kerja, rasanya udah gak sabar untuk nunjukin kemampuan dan pengetahuan yang didapat di bangku kuliah.

Mungkin sambil senyum-senyum karena teringat kata-kata pas wawancara yang bilang: “Saya berharap bisa berkontribusi dan menjadi aset berharga di Perusahaan ini”.

Tapi, saat akhirnya berhadapan dengan realita kantor, kok kayanya pengetahuan yang didapat di kuliah banyak yang gak kepake.

Mau gak mau, harus bergantung sama senior, mentor atau supervisor di kantor untuk ngerti gimana budaya dan cara kerja di kantor itu.

Dan bahkan, mungkin saja, dari Senior dan Supervisor itu ada juga yang gak punya gelar Sarjana, tapi dari pengalaman dan skill nya sudah bisa dibilang legend.

Di situlah kita baru sadar, bahwa gak bisa puas hanya dengan gelar Sarjana. Ini baru awalnya, masih banyak hal yang kita gak tau dan mesti asah supaya produktif.

Sama kaya hidup kita di hadapan Tuhan. Jangan puas hanya dengan dibilang Kristen.

Justru hidupilah “Kekristenan” itu dalam setiap kegiatan kita. Sampai orang lihat gaya hidup Kristus lewat hidup kita tiap hari.

Gimana kabar perbaikan dirinya?

MS