Penantian

Penantian

Written on 06/04/2019
Maria Shandi


Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara pernikahan salah satu teman baik saya. Pestanya sangat indah dan berlangsung dengan baik. Tak heran, karena persiapannya dilakukan lebih dari satu tahun sebelumnya. Teman saya rela mengeluarkan tenaga, waktu dan dana yang sangat besar untuk acara yang berlangsung sekitar dua jam. Dan ternyata fenomena ini sudah menjadi suatu hal yang biasa, di mana banyak orang rela mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin untuk acara pernikahan yang berdurasi hanya beberapa jam saja.

Kenyataan ini menyadarkan kita, kalau kita rela mempersiapkan acara berdurasi dua jam dari berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelumnya, bagaimana dengan persiapan kehidupan kekal kita setelah ini? Waktu rata-rata persiapan kita hanya tujuh puluh tahun untuk sebuah kehidupan yang tak berujung. Artinya betapa singkat dan berharganya setiap detik, menit dan jam yang ada untuk mempersiapkan kita memasuki kehidupan yang sesungguhnya melalui sekolah kehidupan selama ada di dunia ini.

Berangkat dari kesadaran ini, saya menulis lagu Kunanti KedatanganMu yang sudah dirilis dalam album Dia Tahu beberapa waktu lalu. Saya berharap melalui lagu ini bisa mengingatkan setiap kita untuk menggunakan waktu hidup kita dengan bijaksana. Kiranya berbagai kesibukan dan kesenangan hidup lainnya tidak mengalihkan fokus utama kita yaitu mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sesungguhnya, dimulai dari persekutuan pribadi setiap hari. Ketika kita meluangkan waktu setiap hari untuk berdiam diri dan berdialog dengan Tuhan, di situlah kita akan semakin mengenal Tuhan dan kasihNya yang Maha Agung. Di saat itu jugalah kita disadarkan akan segala perbuatan dan sikap hati kita yang belum sesuai dengan kehendakNya sehingga kita akan membenahi diri setiap hari.

Dilanjutkan dengan belajar kebenaran Firman Tuhan, yang akan menjadi panduan kita dalam menjalani hidup. Ketika kita menghidupi kebenaranNya, setiap peristiwa yang terjadi akan kita responi dengan tepat sehingga karakter kita dibentuk dan disempurnakan selalu. Orang-orang yang tidak menyenangkan dan keadaan yang buruk sekalipun akan menjadi sekolah kehidupan yang mendewasakan karakter kita. Kita berusaha menghidupi Tuhan Yesus kembali dalam setiap tindakan, pikiran dan perkataan kita, sehingga orang-orang di sekitar kita bisa merasakan pribadi Tuhan Yesus melalui kehidupan kita.

Kita menyadari bahwa segenap hidup kita adalah milik Tuhan, termasuk tubuh, keluarga dan pekerjaan, sehingga kita akan mengelolanya sebaik mungkin. Kita akan menjaga kesehatan, belajar dan bekerja dengan giat, mengurus serta mengasihi keluarga, sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kita akan membela pekerjaan Tuhan tanpa batas melalui waktu, tenaga, harta dan segenap hidup kita. Tujuannya adalah supaya pada akhirnya kita bisa berada di mana Tuhan ada serta tinggal bersama denganNya sampai selamanya. Mari selesaikan pertandingan hidup kita dan setia sampai akhir. Tuhan berkati